Pengerjaan Hutan Taman Permakultur

Saat ini GLM sedang mengerjakan pembuatan Hutan Taman Permakultur seluas beberapa hektar di Jawa Tengah. Jumlah tanaman yang akan dikelola berkisar 70.000 tanaman, terdiri dari ribuan pohon dan herba.

Inilah sebagian dokumentasi proses pembuatan Hutan Taman Permakultur yang sedang dikerjakan oleh para kru GLM.

img_0401img_0431

Hingga hari ke sepuluh, beberapa bagian lahan telah dibersihkan dan ditanami tanaman utama berupa pepohonan berdiameter 30 s/d 45 cm.

img-20170202-wa0010img-20170204-wa0014

img-20170204-wa0006

Pengerjaan berikutnya adalah penerapan hugelkultur di bagian lahan lainnya, penanaman bunga hias dan penutup permukaan tanah.

Advertisements

Kerja Lansekap dan Taman

Beberapa minggu belakangan ini para kru seni GLM disibukkan dengan kegiatan sebagai kontraktor kerja lansekap dan taman untuk sebuah pabrik seluas 20 hektar lebih di kota Salatiga.

Setelah menangkap keinginan pelanggan dan melakukan observasi lapangan dan mempelajari areal yang akan dikerjakan, akhirnya para kru GLM yang dipimpin oleh ibu Ester sebagai desainer lansekap, diputuskanlah untuk menerapkan teknologi permakultur.

Lansekap yang akan dibuat, sesuai konsep dari pelanggan diminta menyerupai hutan namun tetap artistik dan yang terpenting, memiliki manfaat ekologis terhadap lingkungan setempat dan lebih luas.

Akhirnya diselesaikanlah konsep “Hutan Taman Permakultur”. Demikianlah nama kegiatan yang akan dilaksanakan oleh para kru GLM selama beberapa bulan ke depan ini.

z-01

Berikut ini paparan GLM tentang konsep yang diajukan dalam pembuatan Hutan Taman Permakultur tersebut.

z-03

z-05

Dalam pelaksanaannya akan dibuat beberapa strata tajuk kanopi dari lapisan teratas hingga tanaman herba di lantai hutan taman serta dari biota tingkat tinggi hingga biota rendah yang satu sama lainnya saling mendukung dan saling tergantung satu sama lainnya (interdependensi) dalam satu sistem. Dalam hal ini akan tercipta siklus menyerupai sebuah hutan muda pada tingkat suksesi awal.

Pada Hutan Taman Permakultur ini juga dibuat beberapa zone spesifik yang masing-masingnya unik dan saling melengkapi secara ekologis maupun dalam pemanfaatannya di masa mendatang.

z-08

Masing-masing zone diperkaya oleh pepohonan berbatang tinggi dan bertajuk besar, diikuti oleh jenis pepohonan pengisi strata di bawahnya. Seluruhnya disesuaikan dengan daya dukung dan faktor pembatas edafis habitat setempat.

Setelah desain dasar selesai, mulai dibuatlah peta kerja yang akan digunakan untuk pedoman kerja mulai dari penataan lansekap hingga penentuan posisi tanaman.

zone-9-f-mapzone-3-peta

Untuk mempermudah pelaksanaan di lapangan, juga dibuatkan visualisasi konsep hutan taman yang akan dibuat untuk masing-masing zone.

Selain membuat hutan taman, juga dibuatkan sebuah taman sayur dan palawija untuk pelanggan menyalurkan hobi bercocoktanam yang sehat dan produktif.

z-18

Agar kegiatan ini berkelanjutan secara efisien, juga dibuatkan satu unit nursery berkapasitas sekitar 3.000 bibit. Dari nursery inilah sumber tanaman untuk sulaman/ mengganti tanaman yang mati atau merana.

z-29

Demikian rancangan Hutan Taman Permakultur yang telah disusun oleh para kru GLM, dibantu oleh pak Didit dan Bayu, konsultan grafis profesional dari kota Salatiga yang telah banyak membantu kami dalam penyajian materi ini.

Salam.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Abstract Painting, “3 VS 1”

CC ABS 1

My composition today, “3 vs 1”, oil on canvas, 70cm X 90cm, September 2014.

Earth, Sky, Wind & the Sea

ESW cc1

“Earth, Sky, Wind & the Sea”, oil on canvas, 70cm X 90cm, September 2014.

esw 4 cc

Listen to the Earth

Listen to the Earth, oil on canvas, 70 cm X 125 cm, MosF, September 2014.

CC MSB 1

MSB 7

Melukis Bareng & Temu Kangen Pelukis

Sesekali, sesama pelukis bertemu kongkow ngobrol ngalor ngidul sambil berkarya kayaknya asik juga. Ini sedikit rekaman temu kangen kami. Bagi yang ingin lihat videonya silakan klik di sini: VIDEO KUMPUL MELUKIS BARENG.

Di acara ini hadir para pelukis senior dan junior, saling bertukar pengalaman dan membangun silaturahmi.

000 gathering temu kangen

Pelukis yang hadir antara lain, Pak MA Soetikno, Pak Kariman DS, Pak Agus Pe, Pak Heroe Palet, Pak Eko Dongeng. Pak Totok Koi, Pak Galih Nagoro, Pak Condro Purnomo, Pak Basuki, Pak Yudhi Saja, dan lain-lain.

Menyenangkan!

Desain Benang Bintik “Hasien”

Hasien dalam bahasa Dayak Ngaju berarti “padat berisi” dalam konteks mengenai padi yang merunduk karena berisi. Berikut ini 10 (sepuluh) desain bertema “Hasien”. Terinspirasi dari lezatnya beras gunung, pemaknaan terserah Anda. Selamat menikmati.

This slideshow requires JavaScript.

Semoga padi menguning berisi beras semua, bukan hanya angin.

Moses Yes

Desain Benang Bintik Motif “Hasep”

Berangkat dari kebakaran hutan di sekitar saya yang merajalela, asap memenuhi atmosfer tanah Dayak. Kali ini tema desain Benang Bintik adalah “Hasep” yang artinya berasap.

Ornamen dibuat dengan dasar cat minyak berwarna putih (asap) berlatar hijau tua (hutan) disisipi warna merah (api) dan coklat (tanah), jadilah motif “Hasep” berikut ini. Selamat menikmati.

This slideshow requires JavaScript.

Malam makin larut,

Moses Yes

Another “Benang Bintik” Designs

Benang Bintik, specific traditional ethnic clothes of Dayak tribe from Kalimantan with some unique combinations colors, lines, and some other aspects of unity, clarity, or other aesthetical sense; somehow has its own mistery.

Here are some other creations, alternative choices for local themes of Eterwei, Garantung and Handep.

This slideshow requires JavaScript.

Far from my sea, Nov. 18th 2012

Moses Yes