Pameran Keliling 12 Karya

Berikut ini 12 karya saya terbaru, saat ini sedang dipamerkan di beberapa kota. Informasi lanjut hubungi email lukisanmoses@gmail.com.

Catatan:

Lukisan “Pram”SOLD..

Lukisan “Beau” SOLD.

mendengar suara bumi 90X130cm Rp.9jt

mendengar suara bumi 90X130cm

V complex 70x90cm Rp.6 jt

V complex 70x90cm

singa 100x140cm Rp.12 jt

kepala singa 100x140cm

pramoedya ananta toer 80x100cm Rp.8jt

SOLD. pramoedya ananta toer 80x100cm. SOLD.

mendengar suara bumi 90X130cm Rp.9jt

mana yg asli 100x140cm

Gerhana 2 80x100cm Rp.12jt

Gerhana 2 80x100cm Rp.12jt

Gerhana 1 80x100cm Rp.12jt

Gerhana 1 80x100cm

causa 70x90cm Rp.6jt

causa 70x90cm

Carpe Diem 70x90cm Rp.10jt

Carpe Diem 70x90cm

beau 140x100cm 12jt

beau 140x100cm. SOLD.

4 jendela 70x90cm Rp.6jt

4 jendela 70x90cm

Informasi lanjut hubungi email lukisanmoses@gmail.com.

Advertisements

Abstract Painting, “3 VS 1”

CC ABS 1

My composition today, “3 vs 1”, oil on canvas, 70cm X 90cm, September 2014.

Desain Benang Bintik Motif Bitik, Dawen Taya dan Dehes

Desain kali ini terinspirasi oleh bitik (semut), dawen Taya (daun Taya, kerap dibuat sayur pahit, lezat!), dan dehes (arus air sungai). Komposisi warna agak cerah dan keras, sesuai intepretasi kesan rasa tema motif.

Inilah hasil olah rasa estetik (yang semoga benar-benar diterima indah) atas karakter bitik yang kecil lincah dan terus bergerak, dawen Taya yang pahit, keras namun lezat serta dehes yang mengalir keras dan lembut; ke dalam komposisi garis dan warna. Semoga menjadi inspirasi.

This slideshow requires JavaScript.

Tepian Rimba, Oktober ’12

Lukisan Moses,

Desain Benang Bintik Motif Antang, Bajai, Bajuru, Batang Danum

Benang Bintik merupakan produk tekstil khas Kalimantan Tengah yang bercirikan motif ornamen tradisional suku Dayak. Terbentuk oleh garis-garis yang umumnya berupa lengkungan dan lingkaran-lingkaran berujung tajam, kesan rasa harmonis mengalir seiring komposisi warna-warna primer yang berani.

Ornamen pakem berupa visualisasi flora dan fauna endemik bersatu dengan garis-garis latar berwarna kontras sesuai pakem khas utama yaitu hitam (babilem), putih (baputi), merah (bahandang), kuning (bahenda) dan hijau (bahijau). Ornamen lain yang umum digunakan yaitu Betang (rumah panggung), Batang Garing Belum, Talawang, Mandau dan aneka produk budaya Dayak.

Dalam sajian karya desain berikut ini, saya mengkombinasikan warna-warna tersier sebagai warna antara untuk menjembatani dan menyatukan objek-objek berpola warna primer yang kuat.

Untuk menonjolkan ciri utama benang bintik yaitu corak mozaik latar belakang yang berkesan belang bintik-bintik ringan, saya menggunakan dasaran berupa campuran warna cat minyak di atas kanvas. Diawali dengan sketsa utama objek dan dilanjutkan dengan pencampuran cat minyak secara langsung di atas kanvas.

Desain berikut ini dimaksudkan untuk memperkaya khasanah referensi motif Benang Bintik lewat desain yang diupayakan berbeda dari yang sudah ada. Semoga. Selamat menikmati.

This slideshow requires JavaScript.

Tepian Rimba, Otober 2012,

Lukisan Moses

Coba-coba Gaya Etnik Dayak

sembilan purnama melanglang buana ke tanah asal,

belajar dari akar darah

coba resapi setitik getah di tetesan tanah penuh sejarah

This slideshow requires JavaScript.