Lukisan “Pemuja Pohon”

Baru diselesaikan, lukisan “Pemuja Pohon”cat minyak di kanvas berukuran 100cm X 140cm. Dijual dengan harga Rp.9.000.000,-

Informasi hubungi indoartwork@gmail.com.

20160805_145701 c

“Pemuja Pohon”, oil on canvas, 100cmX140cm, Moses, Aug. 2016.

 

Advertisements

Lukisan “Link”

Berikut karya yang baru saya selesaikan, berjudul “Link”. Dibuat dengan cat minyak di kanvas berukuran 8ocm X 100cm.

Kontak indoartwork@gmail.com, SMS 085292333460.

Mengangkat tema kesadaran dan kontemplasi, semoga bermakna.

LINK, Oil on canvas, 80cm X 100cm, Moses, July 2016 cc

“Link” oil on canvas, 80cmX100cm, August 1st 2016

Terimakasih, salam.

CAUSA PRIMA

Lukisan cat minyak di kanvas berukuran 70cm X 90cm.

cp 003 cc

cp 002 cc

Inilah beberapa lukisan yang saya siapkan untuk Pasar Seni Lukis Indonesia 2014 nanti di Surabaya mulai tanggal 3 sampai 12 Oktober 2014.

CARPE DIEM

My new oil painting on 70cm X 90cm canvas.

001 Carpe Diem b

Kalimat lengkap ucapan Horatius ini,  “carpe diem, quam minimum credula postero” yang berarti: “petiklah hari dan percayalah sedikit mungkin akan hari esok.”

Maksud pepatah ini adalah menganjurkan orang untuk hidup dan memanfaatkan hari ini secara optimal tidak menunda sesuatu untuk hari esok, dengan begitu kita lebih dapat memanfaatkan waktu yang diberikan secara maksimal.

Lukisan “4 Jendela”

Baru saja saya menyelesaikan sebuah lukisan berjudul “4 Jendela” dengan cat minyak di kanvas berukuran 70cm X 90cm.

4 jdl 20140417_185231 cc

“4 Jendela”

Dari jendela pertama kulihat merah dan putih

Merah menyerah, putih merintih

Merahnya kabur, putih pun luntur

 

Dari jendela kedua kulihat emas segunung

Ditimang-timang si Upik dan Buyung

Putra putri kaum berjaya kenyang puji dan sanjung

 

Dari jendela ketiga kulihat manusia melata

Menunggu jatuhan remah roti tuannya

Demi secuil gula, siap membunuh sesama jelata

 

Dari jendela keempat kulihat hewan hewan berdasi

Jilat kesana kemari, injak di sana tindas di sini

melumat emas dan remah roti, rakus tak terperi

 

“Gadis Rambut Merah” Akulturasi Budaya Lokal dan Global.

Hari ini saya menyelesaikan lukisan “Gadis Rambut Merah” dengan cat minyak di kanvas berukuran 100cm X 140cm.

010 20140415_222023

Dalam lukisan ini dikisahkan proses akulturasi antar budaya nusantara dan dengan budaya global yang dialami seorang gadis Dayak. Di sebelah kiri adalah akulturasi budaya Dayak dengan budaya dari Jawa, dan di sebelah kanan akulturasi budaya Dayak dengan budaya global. Masing-masing bagian dilambangkan dengan ikon yang mewakili.

Inilah proses pembuatannya.

 

003 20140412_184819

005 20140415_173924

Launching Novel “UDER” dan “SANG PANGERAN”

@ DSC_0022 copy cc

Thank God, tanggal 4 Pebruari 2014 lalu buku saya “UDER” dan “SANG PANGERAN” sudah launch di acara Banjarbaru Bookfair 2014 di kota Banjarbaru.

moses oyes (sang pangeran) moses oyes (uder)

Dalam acara sederhana namun meriah, diskusi berjalan menarik.  @r DSC_5601 (12) @r DSC_5601 (17)

@r DSC_5601 (21) @r DSC_5601 (24)

Diramaikan oleh rekan-rekan kalangan sastra Banjarbaru, pers dan komunitas musik Punk, acara ini berjalan lancar.

1656303_10203072537203575_672019679_n

Secara khusus saya mengucapkan terimakasih kepada Bapak Ogi Fajar Nuzuli, Wakil Walikota Banjarbaru yang juga pecinta seni rupa dan sastrawan yang banyak membantu komunitas seni di Banjarbaru, Ibu Hj. Nurliani selaku Kepala Perpusda Banjarbaru dan juga penyelenggara BBF 2014, yang juga dibantu oleh rekan Benyamin, Bung Randu, Mbak Endang M, Sulistyono, Mbak Martha Krisna, Bung Ali Arsy, Max, David,  Jabuk, Dhani, Budi Lanang, Ableh, Vanny W, Yudi Raden, Ully, Ade Ihsan, Mbak Loli, Bung Catur, Dik Zaki, Johan, Zain, Arul, Pak Radius, Pak Yulian Manan, dan sederetan rekan lain yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu.

Ini link untuk melihat video rekaman acaranya. http://www.youtube.com/watch?v=3afkylcq-gs&list=UUOSQpyzH_R9fxVmvhODvQvQ.