Lukisan “4 Jendela”

Baru saja saya menyelesaikan sebuah lukisan berjudul “4 Jendela” dengan cat minyak di kanvas berukuran 70cm X 90cm.

4 jdl 20140417_185231 cc

“4 Jendela”

Dari jendela pertama kulihat merah dan putih

Merah menyerah, putih merintih

Merahnya kabur, putih pun luntur

 

Dari jendela kedua kulihat emas segunung

Ditimang-timang si Upik dan Buyung

Putra putri kaum berjaya kenyang puji dan sanjung

 

Dari jendela ketiga kulihat manusia melata

Menunggu jatuhan remah roti tuannya

Demi secuil gula, siap membunuh sesama jelata

 

Dari jendela keempat kulihat hewan hewan berdasi

Jilat kesana kemari, injak di sana tindas di sini

melumat emas dan remah roti, rakus tak terperi

 

Advertisements

2 Lukisan Abstrak saat Gerhana Bulan April 2014

Menangkap momentum gerhana bulan kemarin, saya begadang bersama beberapa teman, melukis bersama dengan tema gerhana. Inilah 2 karya hasil abstraksi dan intepretasi kejadian alam itu.

Lukisan pertama, “Gerhana Bulan April 2014” oil on canvas, 80cm X 100cm, MosF, April 2014. “Lalu bulan ditelan bumi, sesaat mereka bercinta lewat bayangan dan cahaya. Apatah semu dan nyata jika rasa masih bisa menyatu.”

cc 20140416_203057

Lukisan kedua, “MESRA”, oil on Canvas, 70cm X 90cm, MosF, April 2014.

cc 20140416_203201

Tks!

“Gadis Rambut Merah” Akulturasi Budaya Lokal dan Global.

Hari ini saya menyelesaikan lukisan “Gadis Rambut Merah” dengan cat minyak di kanvas berukuran 100cm X 140cm.

010 20140415_222023

Dalam lukisan ini dikisahkan proses akulturasi antar budaya nusantara dan dengan budaya global yang dialami seorang gadis Dayak. Di sebelah kiri adalah akulturasi budaya Dayak dengan budaya dari Jawa, dan di sebelah kanan akulturasi budaya Dayak dengan budaya global. Masing-masing bagian dilambangkan dengan ikon yang mewakili.

Inilah proses pembuatannya.

 

003 20140412_184819

005 20140415_173924

Galeri Lukisan Moses, Persiapan Pameran

Mengira bahwa Pasar Seni Lukis Indonesia 2014 di Surabaya akan diselenggarakan seperti biasanya pada bulan Mei, saya pun menyiapkan sederetan lukisan untuk event itu. Ternyata menurut info terbaru, kegiatannya diadakan bulan Oktober 2014 nanti.

Alhasil belasan lukisan yang disiapkan pun saya boyong untuk dipamerkan di Galeri Lukisan Moses (GLM), yang beberapa waktu lalu kosong karena saya tinggalkan ngamen melukis dan menyanyi kemana-mana.

Dibantu anak-anak saya Ocha, Asie, Yana, Ima, Billy dan istri saya, Ester, kami mulai bersih-bersih halaman yang dipenuhi grafiti vandalis, lalu bebenah bagian ruang pajang baik di basement, lantai 1 dan lantai 2.

c016 20140406_143731

c005 20140406_133934

c001 20140406_131836

Selepas itu saya pun mengisi waktu dengan melukis beberapa karya baru.

Lukisan “Pram”. Sebuah Penghargaan untuk Pramoedya Ananta Toer

Inilah lukisan yang saya buat khusus sebagai penghargaan bagi salah satu Sastrawan terbaik yang pernah dimiliki bangsa Indonesia.

Lukisan berjudul “Pram: dibuat di kanvas berukuran 80cm X 100cm, dibuat dengan mengacu pada selembar foto hitam putih yang kemudian diinterpretasikan dengan warna hitam, merah, kuning dan putih.

005 20140411_163353 cc

Inilah proses pembuatan lukisannya.

003 20140411_155010 cc

004 20140411_161123 cc

006 Pram Col cc

Lukisan: “Mana yang Asli?”

Inilah lukisan karya tanggal 8 April 2014, berjudul “Mana yang Asli?”. Dengan gaya minimalis, cat tipis transparan dan warna pastel, lukisan ini bercerita tentang topeng dan wajah asli manusia.

c 001 9 20140408_212253

Dilukis pada kanvas berukuran 100cm X 140cm, inilah proses pembuatannya.

c 002 20140408_175703 c 005 20140408_190142

c 006 20140408_190223

Selamat menikmati.